Commit 7327c658 authored by Giri Kuncoro's avatar Giri Kuncoro Committed by Kubernetes Prow Robot

Add Indonesian translation for container runtime class (#14222)

* Add Indonesian translation for container runtime class

* Address broken links and backticks

* Change single asterisk to underscore for italic format
parent 8f0fa1aa
---
title: Runtime Class
content_template: templates/concept
weight: 20
---
{{% capture overview %}}
{{< feature-state for_k8s_version="v1.14" state="beta" >}}
Laman ini menjelaskan tentang _resource_ RuntimeClass dan proses pemilihan _runtime_.
{{< warning >}}
RuntimeClass memiliki _breaking change_ untuk pembaruan ke beta pada v1.14. Jika kamu menggunakan
RuntimeClass sebelum v1.14, lihat [Memperbarui RuntimeClass dari Alpha ke Beta](#memperbarui-runtimeclass-dari-alpha-ke-beta).
{{< /warning >}}
{{% /capture %}}
{{% capture body %}}
## `Runtime Class`
RuntimeClass merupakan sebuah fitur untuk memilih konfigurasi _runtime_ kontainer. Konfigurasi
tersebut digunakan untuk menjalankan kontainer-kontainer milik suatu Pod.
### Persiapan
Pastikan gerbang fitur (_feature gate_) `RuntimeClass` sudah aktif (secara _default_ sudah aktif).
Lihat [Gerbang Fitur](/docs/reference/command-line-tools-reference/feature-gates/) untuk lebih
jelasnya soal pengaktifan gerbang fitur.
Gerbang fitur RuntimeClass ini harus aktif pada semua apiserver dan kubelet.
1. Lakukan konfigurasi pada implementasi CRI untuk setiap _node_ (tergantung _runtime_ yang dipilih)
2. Buat _resource_ RuntimeClass yang terkait
#### 1. Lakukan konfigurasi pada implementasi CRI untuk setiap _node_
Pilihan konfigurasi yang tersedia melalui RuntimeClass tergantung pada implementasi
_Container Runtime Interface_ (CRI). Lihat bagian ([di bawah ini](#konfigurasi-cri))
soal bagaimana melakukan konfigurasi untuk implementasi CRI yang kamu miliki.
{{< note >}}
Untuk saat ini, RuntimeClass berasumsi bahwa semua _node_ di dalam kluster punya
konfigurasi yang sama (homogen). Jika ada _node_ yang punya konfigurasi berbeda dari
yang lain (heterogen), maka perbedaan ini harus diatur secara independen di luar RuntimeClass
melalui fitur _scheduling_ (lihat [Menempatkan Pod pada Node](/docs/concepts/configuration/assign-pod-node/)).
{{< /note >}}
Seluruh konfigurasi memiliki nama `handler` yang terkait, dijadikan referensi oleh RuntimeClass.
Nama _handler_ harus berupa valid label 1123 DNS (alfanumerik + karakter `-`).
#### 2. Buat _resource_ `RuntimeClass` yang terkait
Masing-masing konfigurasi pada langkah no.1 punya nama `handler` yang merepresentasikan
konfigurasi-konfigurasi tersebut. Untuk masing-masing `handler`, buatlah sebuah objek RuntimeClass terkait.
_Resource_ RuntimeClass saat ini hanya memiliki 2 _field_ yang penting: nama RuntimeClass tersebut
(`metadata.name`) dan _handler_ (`handler`). Definisi objek tersebut terlihat seperti ini:
```yaml
apiVersion: node.k8s.io/v1beta1 # RuntimeClass didefinisikan pada grup API node.k8s.io
kind: RuntimeClass
metadata:
name: myclass # Nama dari RuntimeClass yang nantinya akan dijadikan referensi
# RuntimeClass merupakan resource tanpa namespace
handler: myconfiguration # Nama dari konfigurasi CRI terkait
```
{{< note >}}
Sangat disarankan untuk hanya memperbolehkan admin kluster melakukan operasi
_write_ pada RuntimeClass. Biasanya ini sudah jadi _default_. Lihat [Ikhtisar
Autorisasi](/docs/reference/access-authn-authz/authorization/) untuk penjelasan lebih jauh.
{{< /note >}}
### Penggunaan
Ketika RuntimeClass sudah dikonfigurasi pada kluster, penggunaannya sangatlah mudah.
Kamu bisa tentukan `runtimeClassName` di dalam `spec` sebuah Pod, sebagai contoh:
```yaml
apiVersion: v1
kind: Pod
metadata:
name: mypod
spec:
runtimeClassName: myclass
# ...
```
Kubelet akan mendapat instruksi untuk menggunakan RuntimeClass dengan nama yang sudah ditentukan tersebut
untuk menjalankan Pod ini. Jika RuntimeClass dengan nama tersebut tidak ditemukan, atau CRI tidak dapat
menjalankan _handler_ yang terkait, maka Pod akan memasuki [tahap]((/docs/concepts/workloads/pods/pod-lifecycle/#pod-phase)) `Failed`.
Lihat [_event_](/docs/tasks/debug-application-cluster/debug-application-introspection/) untuk mengetahui pesan error yang terkait.
Jika tidak ada `runtimeClassName` yang ditentukan di dalam Pod, maka RuntimeHandler yang _default_ akan digunakan.
Untuk kasus ini, perilaku kluster akan seperti saat fitur RuntimeClass dinonaktifkan.
### Konfigurasi CRI
Lihat [instalasi CRI](/docs/setup/cri/) untuk lebih detail mengenai pengaturan _runtime_ CRI.
#### dockershim
_Built-in_ dockershim CRI yang dimiliki Kubernetes tidak mendukung _handler runtime_.
#### [containerd](https://containerd.io/)
_Handler runtime_ diatur melalui konfigurasi containerd pada `/etc/containerd/config.toml`.
_Handler_ yang valid dapat dikonfigurasi pada bagian _runtime_:
```
[plugins.cri.containerd.runtimes.${HANDLER_NAME}]
```
Lihat dokumentasi konfigurasi containerd untuk lebih detail:
https://github.com/containerd/cri/blob/master/docs/config.md
#### [cri-o](https://cri-o.io/)
_Handler runtime_ dapat diatur menggunakan konfigurasi cri-o pada `/etc/crio/crio.conf`.
_Handler_ yang valid dapat dikonfigurasi pada [tabel crio.runtime](https://github.com/kubernetes-sigs/cri-o/blob/master/docs/crio.conf.5.md#crioruntime-table):
```
[crio.runtime.runtimes.${HANDLER_NAME}]
runtime_path = "${PATH_TO_BINARY}"
```
Lihat dokumentasi konfigurasi cri-o untuk lebih detail:
https://github.com/kubernetes-sigs/cri-o/blob/master/cmd/crio/config.go
### Memperbarui RuntimeClass dari Alpha ke Beta
Fitur Beta pada RuntimeClass memiliki perubahan sebagai berikut:
- Grup API _resource_ `node.k8s.io` dan `runtimeclasses.node.k8s.io` telah dimigrasi ke suatu
API _built-in_ dari CustomResourceDefinition.
- Atribut `spec` telah disederhakan pada definisi RuntimeClass (tidak ada lagi yang namanya
RuntimeClassSpec).
- _Field_ `runtimeHandler` telah berubah nama menjadi `handler`.
- _Field_ `handler` sekarang bersifat wajib untuk semua versi API. Artinya, _field_ `runtimeHandler`
pada API Alpha juga bersifat wajib.
- _Field_ `handler` haruslah berupa label DNS valid ([RFC 1123](https://tools.ietf.org/html/rfc1123)),
yang artinya tidak bisa berisi karakter `.` (pada semua versi). _Handler_ valid harus sesuai dengan
_regular expression_ ini: `^[a-z0-9]([-a-z0-9]*[a-z0-9])?$`.
**Tindakan yang diperlukan:** Tindakan-tindaka berikut ini diperlukan untuk melakukan
pembaruan fitur RuntimeClass dari versi alpha ke versi beta:
- _Resource_ RuntimeClass harus dibuat ulang **setelah** diperbarui ke v.1.14, dan
CRD `runtimeclasses.node.k8s.io` harus dihapus secara manual:
```
kubectl delete customresourcedefinitions.apiextensions.k8s.io runtimeclasses.node.k8s.io
```
- Fitur Alpha pada RuntimeClass akan menjadi tidak valid, jika `runtimeHandler` tidak ditentukan atau
kosong atau menggunakan karakter `.` pada _handler_. Ini harus dimigrasi ke _handler_ dengan
konfigurasi yang valid (lihat petunjuk di atas).
{{% /capture %}}
Markdown is supported
0% or
You are about to add 0 people to the discussion. Proceed with caution.
Finish editing this message first!
Please register or to comment